Posts

Showing posts from September, 2018

Menghidupkan Rasa Cinta Terhadap Budaya Indonesia

Image
Indonesia merupakan negara yang kaya. Kaya akan alam, kaya akan penduduk, kaya akan budaya. Alat musik, makanan, pakaian, adat istiadat, arsitektur, dan tarian dari berbagai pelosok negara seharusnya menjadi identitas rakyat: suatu keindahan yang menjadi kebanggaan bersama. Namun sayangnya keindahan budaya negara ini masih seperti warga asing yang tidak dikenali, jarang dilihat apalagi dinikmati. Salah satu alasannya adalah dengan kuatnya alur masuk budaya luar, yang "menjajah" singgasana budaya kita menjadi budaya kedua untuk dinikmati, atau ketiga, keempat, atau tidak sama sekali. Film asing, artis luar, bahasa dan istiadat negara lain tiba-tiba menjadi jauh lebih menarik untuk dipelajari daripada film, artis, bahasa, dan istiadat negara sendiri. Salah satu contoh paling kuat adalah sosok negara Korea di negara kita yang tumbuh secara subur. Salah satu merk kosmetik terkenal dari Korea di mal-mal Indonesia Korea adalah salah satu negara yang sukses di...

Peran UMKM Dalam Perekonomian Indonesia

Image
Meski terlihat sederhana dan tidak mewah, toko kelontong dan warung di sekitar kita memegang peranan penting dalam perekonomian negara Indonesia. Inilah yang disebut dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memegang andil sebagai usaha produktif yang berkontribusi besar melalui kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) maupun melalui penyerapan tenaga kerja. Menurut Kepala Departemen Pengembangan UMKM Bank Indonesia (BI) Yunita Resmi Sari saat ini kondisi UMKM di Indonesia mendominasi unit usaha hingga 99,9% dari total 57,89 juta. Angka tersebut juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja, produk domestik bruto (PDB) hingga ekspor. UMKM bukan hanya telah berkontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia, melainkan juga turut memegang peran dalam usaha perwujudan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ( Sustainable Development Goals / SDGs ) di Indonesia. Antara lain poin pertama “tanpa kemiskinan”, poin kedelapan “pekerjaan layak dan pe...